Struktur Organisasi NU

STRUKTUR ORGANISASI NU

TUJUAN

—  Untuk memudahkan dalam mengelola dan mengatur organisasi

—  Memudahkan dalam pengembangan NU

—  Mensukseskan organisasi NU

—  Menegakkan ajaran Islam menurut paham Ahlussunnah waljama’ah di tengah-tengah kehidupan masyarakat, di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Usaha Dibidang Organisasi :

  1. Di bidang agama, melaksanakan dakwah Islamiyah dan meningkatkan rasa persaudaraan yang berpijak pada semangat persatuan dalam perbedaan.
  2. Di bidang pendidikan, menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, untuk membentuk muslim yang bertakwa, berbudi luhur, berpengetahuan luas.Hal ini terbukti dengan lahirnya Lembaga-lembaga Pendidikan yang bernuansa NU dan sudah tersebar di berbagai daerah khususnya di Pulau Jawa.
  3. Di bidang sosial budaya, mengusahakan kesejahteraan rakyat serta kebudayaan yang sesuai dengan nilai keislaman dan kemanusiaan.
  4. Di bidang ekonomi, mengusahakan pemerataan kesempatan untuk menikmati hasil pembangunan, dengan mengutamakan berkembangnya ekonomi rakyat.Hal ini ditandai dengan lahirnya BMT dan Badan Keuangan lain yang yang telah terbukti membantu masyarakat.
  5. Mengembangkan usaha lain yang bermanfaat bagi masyarakat luas. NU berusaha mengabdi dan menjadi yang terbaik bagi masyrakat.

 

STRUKTUR ORGANISASI

  • Pengurus PBNU ditingkat  pusat

Pengurus Wilayah (PWNU) ditingkat Propinsi/Wilayah, terdapat 33 Wilayah.
Pengurus Cabang (PCNU) ditingkat Kabupaten/Kota  atau Pengurus Cabang Istimewa untuk kepengurusan di luar negeri, terdapat 439 Cabang dan 15 Cabang Istimewa.
Pengurus Majlis Wakil Cabang (MWC) ditingkat Kecamatan, terdapat 5.450 Majelis Wakil Cabang.
Pengurus Ranting (tingkat Desa / Kelurahan), terdapat 47.125 Ranting.

 

  • Pengurus PBNU :
  • Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
  • Terletak di Ibukota NKRI
  • Pusat Kepengurusan NU
  • Penanggung Jawab dan Pengendali Kegiatan NU
  • Pelaksana Keputusan Muktamar

 

Pengurus PWNU :

  • Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama
  • Tingkat Provinsi
  • Terletak di Ibukota Provinsi
  • Sebagai Koordinator Cabang dan Sebagai Pelaksana Pengurus Besar

 

Pengurus PCNU :

  • Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama
  • Tingkat Kabupaten
  • Memimpin dan Mengoodinir Majelis Wakil Cabang dan Ranting
  • Melaksanakan Kebijaksanaan Pengurus Wilayah dan Pengurus Besar

 

Pengurus PCINU :

—  Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama

—  Terletak di Luar Negri

—  Kewenagannya di setarkan PCNU

—  Terdapat 20 Cabang (Mesir, Maroko, Sudan, Suriah, Tunis, Aljazair, Yordania, Saudi Arabia, Yaman, Malaysia, Amerika-Kanada, Australia-Selandia Baru, Korea, Taiwan, Jepang, Jerman, Rusia, Inggris, Belanda, Pakistan, Turki dan Lebanon.

 

Pengurus MWCNU :

  • Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama
  • Tingkat Kecamatan
  • Penegas Tugas dan Mengkoordinir Ranting
  • Melaksanakan Kebijakan Pengurus di Atasnya

 

Pengurus RANTING :

  • Tingkat Desa
  • Terdapat Kelompok Anak Ranting (KAR) Jika diperlukan
  • Dalam KAR Hanya Ada Ketua

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel Struktur NU

 

 

STRUKTUR LEMBAGA KEPENGURUSAN NU

 

Untuk PBNU, PWNU, PCNU, PCINU, dan MWCNU

  • Mustasyar (Penasehat)
  • Syuriyah (Pimpinan tertinggi)
  • Tanfidziyah (Pelaksana Harian)

RANTING

  • Syuriyah (Pimpinan tertinggi)
  • Tanfidziyah (Pelaksana harian)

 

MUTASYAR

Mustasyar adalah pengurus yang membimbing, mengendalikan, mengontrol, dan menjaga kemurnian khithah siyah dan prinsip perjuangan organisasi.

Atau bisa diartikan dengan pengurus  yang bertugas memberikan nasehat kepada pengurus baik diminta atau tidak.

 

SYURIAH

Syuriah adalah pimpinan tinggi yang membuat dan menetapkan pedoman umum sebagai rujukan utama pelaksanaan kebijakan-kebijakan sesuai dengan petunjuk yang ditetapkan Mustasyar.

SYURIYAH
Pengurus Syuriyah selaku pimpinan tertinggi sebagai pembina, pengendali, pengawas dan penentu kebijakan mempunyai tugas dan wewenang.

 

Tugas  dan wewenang diantaranya :
1. Menentukan arah kebijakan dalam melakukan usaha dan tindakan untuk mencapai tujuan.
2. Memberikan petunjuk, bimbingan dan pembinaan pemahaman, pengamalan dan pengembangan ajaran Islam   berdasar faham Ahlussunah wal Jamaah.
3. Mengendalikan, mengawasi dan memberikan koreksi sesuai dengan ketentuan organisasi.
4. Membatalkan keputusan lembaga.

 

Dalam pembagiannya pengurus syuriyah terdiri dari:
1. Rais: sebagai pemegang kebijakan tertinggi organisasi.

2. Wakil Rais; membantu Rais dalam bertugas.

3. Katib: sebagai koordinator keadministrasian kebijakan yang diputuskan.

4. Wakil Katib: membantu Katib dalam bertugas.

5. A’wan: memberi masukan Rais dalam mengambil kebijakan organisasi

 

TANFIDZIYAH

Tanfidziyah adalah pimpinan eksekutif  yang menjalankan kebijakan-kebijakan yang telah disepakati oleh Syuriah dan disetujui Mustasyar serta mengelola organisasi sesuai program organisasi.

Terdiri dari:

  • Ketua Umum
  • Beberapa Ketua
  • Sekretaris Jenderal
  • Beberapa wakil Sekretaris Jendral
  • Bendahara
  • Beberapa wakil bendahara

 

Pengurus Tanfidziyah sebagai pelaksana mempunyai tugas:
1. Memimpin jalannya organisasi sesuai dengan kebijakan yang ditentukan oleh Pengurus Syuriyah.
2. Melaksanakan program Jam’iyah Nahdlatul Ulama.
3. Membina dan mengawasi kegiatan yang dilakukan Lembaga atau perangkat dibawahnya.
4. Menyampaikan laporan secara periodik kepada Pengurus Syuriyah tentang pelaksanaan tugasnya.

 

Dalam pembagian tugasnya, Pengurus Tanfidziyah:
Ketua; sebagai penanggungjawab atas semua kegiatan dan melakukan koordinasi dengan semua Ketua Lembaga agar semua aktifitas berjalan dengan lancar dan sukses.
Wakil Ketua, membantu tugas Ketua, dan berkoordinasi dengan salah satu Ketua Lembaga.
Sekretaris, sebagai penanggungjawab atas semua proses administrasi, dokumentasi dan publikasi semua kegiatan organisasi.
Wakil Sekretaris, membantu tugas Sekretaris, dan sebagai sekretaris dari salah satu Lembaga.
Bendahara, sebagai penanggungjawab atas pengelolaan dan pencatatan keuangan organisasi, dan membuat laporan tertulis kondisi keuangan organisasi setiap bulannya.
Wakil Bendahara, membantu tugas Bendahara, dan sebagai bendahara salah satu Lembaga.
Ketua Lembaga, sebagai penanggungjawab atas berjalannya fungsi/tugas lembaga, dan mengkoordinasi semua kegaitan lembaga.
Anggota Lembaga, membantu Ketua Lembaga dalam menyukseskan semua kegiatan.

 

Syarat Menjadi Pengurus NU

  • RANTING/MWCNU     => Aktif 1 tahun
  • PCNU/PCINU               => Aktif 2 tahun
  • PWNU                          => Aktif 3 tahun
  • PBNU                           => Aktif 4 tahun
  • Kehormatan Tidak di Perkenankan

 

Berikut ini adalah daftar Ketua Rais Aam (pimpinan tertinggi) Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama:

No

Nama

Awal Jabatan

Akhir Jabatan

1

KH Mohammad Hasyim Asy’arie

1926

1947

2

KH Abdul Wahab Chasbullah

1947

1971

3

KH Bisri Syansuri

1972

1980

4

KH Muhammad Ali Maksum

1980

1984

5

KH Achmad Muhammad Hasan Siddiq

1984

1991

6

KH Ali Yafie (pjs)

1991

1992

7

KH Mohammad Ilyas Ruhiat

1992

1999

8

KH Mohammad Ahmad Sahal Mahfudz

1999

Petahana

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s